Banyumas – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, terus mengintensifkan kegiatan donor darah guna memastikan ketersediaan stok tetap aman sepanjang bulan Ramadhan sampai perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Langkah ini dilakukan agar kebutuhan layanan kesehatan masyarakat tetap terpenuhi.
Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Banyumas, dr Winda Astuti, menyampaikan bahwa saat ini persediaan darah mencapai 2.015 kantong, yang diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan sekitar 10 hari ke depan. Ia memastikan pihaknya akan terus mengoptimalkan pengambilan darah secara rutin agar stok tetap stabil hingga Lebaran.
Selama bulan suci, PMI Banyumas tetap menyelenggarakan kegiatan donor setiap hari di empat titik berbeda. Namun, sebagian besar pelaksanaan dilakukan pada malam hari untuk menyesuaikan dengan kondisi masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa.
Menurutnya, menjelang Lebaran biasanya terjadi penurunan jumlah pendonor karena banyak warga yang melakukan perjalanan mudik. Untuk mengantisipasi hal tersebut, penguatan stok telah dilakukan sejak awal Ramadhan.
Sebagai bentuk apresiasi sekaligus upaya mendorong partisipasi masyarakat, PMI Banyumas memberikan bingkisan berupa satu liter minyak goreng dan satu kilogram gula pasir bagi para pendonor selama Ramadhan.
Selain itu, edukasi mengenai donor darah juga digencarkan melalui media sosial, termasuk penjelasan dari sisi medis dan pandangan keagamaan. PMI Banyumas bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kementerian Agama Republik Indonesia guna memberikan pemahaman bahwa donor darah tetap aman dilakukan saat berpuasa dan tidak membatalkan ibadah.
Di sisi lain, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Ibnu Assaduddin, menyebutkan kebutuhan darah di wilayah tersebut rata-rata mencapai sekitar 210 kantong per hari. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk tetap berbagi kebaikan selama Ramadhan, termasuk melalui donor darah.
Ia menegaskan bahwa donor darah tidak membatalkan puasa dan dapat dilakukan sesuai kondisi masing-masing, baik pada pagi hari, menjelang berbuka, maupun setelah salat tarawih.
