Kota Semarang Pertahankan Status Kota Sehat Lewat Penguatan Program Berbasis Lingkungan

Tanggal:

SEMARANG – Kota Semarang kembali meneguhkan diri sebagai salah satu kota dengan pembangunan kesehatan lingkungan terbaik di Indonesia. Hal ini ditandai dengan diraihnya Penghargaan Kota Sehat Swastisaba Wiwerda pada Penganugerahan Kabupaten/Kota Sehat dan STBM Award 2025 yang digelar Kementerian Kesehatan RI. Penghargaan tersebut diumumkan secara nasional dan disaksikan langsung Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, M. Abdul Hakam, yang mewakili Wali Kota Agustina Wilujeng, melalui kanal YouTube resmi Kementerian Kesehatan pada Jumat (28/11).

Wali Kota Agustina menyampaikan apresiasinya atas penghargaan ini. Ia menilai capaian tersebut bukan sekadar prestasi formal, tetapi bukti bahwa program-program pembangunan kesehatan di Kota Semarang telah berjalan efektif dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Ia menegaskan bahwa Pemkot Semarang berkomitmen menjaga kualitas lingkungan agar semakin sehat, aman, dan nyaman.

Menurut Agustina, keberhasilan ini lahir dari kolaborasi yang terus-menerus antara pemerintah daerah, pemangku kepentingan lintas sektor, dan masyarakat. Ia mengatakan bahwa setiap program Kota Sehat memerlukan komitmen bersama, mulai dari perencanaan hingga implementasi di lapangan. Tanpa dukungan semua unsur, capaian ini tidak mungkin tercapai.

Penganugerahan Swasti Saba Wiwerda diberikan kepada kabupaten/kota yang dinilai berhasil memenuhi indikator implementasi program kota sehat. Kementerian Kesehatan menilai Kota Semarang mampu mempertahankan kualitas tatanan kota sehat yang meliputi permukiman, fasilitas umum, lingkungan kerja, sektor pendidikan, hingga kawasan pariwisata berbasis kesehatan.

Tahun ini, Kota Semarang bersaing dengan 42 kabupaten/kota lainnya. Sebelum dinyatakan lolos, Pemkot Semarang harus melewati seleksi administrasi, verifikasi dokumen, serta verifikasi lapangan di 15 lokus yang mewakili sembilan tatanan kota sehat. Verifikasi melibatkan pantauan pada sistem kesiapsiagaan bencana, sanitasi lingkungan, pendidikan kesehatan, pengelolaan sampah, dan inovasi pemberdayaan komunitas.

Pada tahap verifikasi lapangan, tim nasional meninjau fasilitas pendidikan, rumah sakit, bank sampah, sistem drainase, ruang publik, hingga lokasi kesiapsiagaan bencana. Mereka menilai Kota Semarang telah menunjukkan ketertiban tata kelola serta inovasi berkelanjutan yang menjadi kekuatan utama menuju predikat kota sehat.

Agustina menambahkan bahwa penghargaan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa tantangan ke depan semakin kompleks. Dengan pertumbuhan penduduk dan dinamika perkembangan kota, upaya menjaga kualitas lingkungan sehat harus dilakukan secara adaptif dan berkelanjutan. Ia menegaskan seluruh OPD terkait akan memperkuat koordinasi untuk menjaga kesinambungan program.

Abdul Hakam, mewakili Pemkot Semarang dalam acara tersebut, menyatakan bahwa penghargaan ini memberikan motivasi bagi jajaran pemerintah daerah untuk meningkatkan standar pelayanan kesehatan dan memperluas cakupan program promotif serta preventif. Menurutnya, fokus utama tetap pada peningkatan kualitas lingkungan sebagai bagian integral dari kesehatan masyarakat.

Selain keberhasilan di bidang kota sehat, Pemkot Semarang juga memperkuat program sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) yang menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas hidup warga. Keberhasilan ini terlihat dari berkurangnya kawasan rawan sanitasi serta bertambahnya lokasi yang memenuhi standar kesehatan lingkungan.

Kementerian Kesehatan berharap penghargaan Kota Sehat menjadi momentum bagi Pemkot untuk terus memperkuat tatanan kesehatan kota. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, ditambah inovasi teknologi dalam layanan publik, Semarang dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi contoh kota resilien yang berorientasi pada kualitas hidup warganya.

Agustina juga menekankan pentingnya menjaga konsistensi. Menurutnya, program kota sehat bukan sekadar untuk meraih penghargaan, tetapi menjadi bagian dari upaya jangka panjang dalam menciptakan lingkungan kota yang ramah, layak huni, dan berkelanjutan.

Menutup keterangannya, ia mengajak masyarakat terus berperan aktif. Ia menyebut masyarakat merupakan aktor utama dalam perubahan lingkungan. Pemerintah hanya sebagai fasilitator yang memastikan lingkungan kota mendukung kehidupan sehat di semua lini.

Penghargaan Swasti Saba Wiwerda diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan publik sekaligus memperkokoh posisi Kota Semarang sebagai kota yang inklusif dan memiliki kualitas lingkungan hidup yang semakin baik.

Reporter: Raffa Danish

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Bagikan Postingan:

Popular

Berita Lainya
Related

Kunjungan Puan Maharani Dinilai Beri Dorongan Baru untuk Pelestarian Kampoeng Djadhoel

SEMARANG — Kawasan Kampoeng Djadhoel di Kelurahan Rejomulyo kembali...

Semarang Raih Harmony Award, Pemerintah Kota Tegaskan Komitmen Rawat Kerukunan

SEMARANG – Kota Semarang kembali menorehkan prestasi nasional. Ibu...

DPU Tertibkan Bantaran Sungai, Pemkot Semarang Perkuat Penataan Tata Ruang

SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang memperketat penataan bantaran sungai...

Antisipasi Nataru, Pemkot Semarang Minta Pengamanan Berlapis dan Respons Cepat di Titik Rawan

SEMARANG – Menjelang momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru),...