SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang menargetkan pembangunan 177 Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) sebagai pusat distribusi pangan modern di kota ini. Program tersebut dinilai sebagai langkah penting dalam era transformasi digital sektor pangan tahun 2025–2026.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, dalam kunjungannya ke Gudang Logistik KKMP Sampangan, menyebut bahwa KKMP bukan hanya koperasi, melainkan sistem distribusi digital berbasis komunitas yang mampu mempercepat alur pangan.
Agustina menegaskan bahwa keberhasilan koperasi perintis memberi bukti bahwa pendekatan distribusi berbasis digital mampu mengurangi biaya operasional dan mencegah terjadinya lonjakan harga akibat panjangnya rantai pasok.
KKMP yang telah berjalan hingga Oktober 2025 memiliki 4.566 anggota aktif dengan total modal Rp448 juta. Angka ini menunjukkan bahwa koperasi mampu menarik kepercayaan masyarakat untuk berpartisipasi.
Menurutnya, KKMP Gedawang menjadi ikon karena mampu menjalankan mekanisme pencatatan digital dalam pengelolaan stok barang. Hal ini membuat proses distribusi lebih transparan dan efisien.
Transformasi ini sejalan dengan tren nasional yang mendorong digitalisasi layanan pangan untuk mengantisipasi fluktuasi kebutuhan masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu.
Dengan semakin banyaknya KKMP, Pemkot Semarang memperluas penerapan aplikasi digital untuk pencatatan stok, pemesanan barang, dan integrasi distribusi. Langkah ini memungkinkan masyarakat mendapatkan akses pangan lebih cepat dan lebih murah.
Dalam strategi komprehensif pemerintah, digitalisasi juga diimbangi dengan pendampingan manajemen bagi pengurus koperasi. SDM koperasi dibekali pelatihan literasi keuangan dan digital agar mampu bersaing.
Selain digitalisasi, Pemkot mendorong kemitraan antara koperasi dengan BUMD untuk memperkuat pasokan barang. Kolaborasi ini membuat jaringan distribusi lebih stabil dan minim risiko kekurangan stok.
Agustina juga menekankan pentingnya kolaborasi masyarakat dalam memastikan keberlanjutan koperasi. Ia menyebut bahwa koperasi harus menjadi wadah pemberdayaan komunitas, baik dalam bidang ekonomi maupun sosial.
Dalam jangka panjang, pembangunan gudang KKMP akan dilakukan lebih cepat. Fasilitas ini diharapkan menjadi tulang punggung distribusi pangan yang mandiri di tingkat kelurahan.
Dengan konsep koperasi modern dan digital, Semarang dinilai sebagai salah satu daerah yang serius membangun ekosistem pangan berkelanjutan. Pemerintah berharap model ini segera direplikasi di seluruh kelurahan.
