SEMARANG — Bursa pemilihan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Tengah periode 2025–2030 mulai mengerucut. Hingga penutupan pendaftaran bakal calon, Selasa (30/9), hanya dua nama yang resmi mendaftar: Imam Nuryanto dan Setiawan Hendra Kelana.
Imam Nuryanto, wartawan senior Suara Merdeka asal Cilacap, tampil dengan membawa misi besar: perubahan, transparansi, dan kesejahteraan wartawan. Ia menegaskan siap memimpin PWI Jateng dengan visi baru yang lebih berpihak pada anggota.
“PWI Jateng saat ini sudah baik, tapi harus lebih optimal dalam memberikan manfaat nyata. Fokus utama saya adalah kesejahteraan wartawan. Jangan sampai organisasi hanya besar di nama, tapi anggotanya hidup serba sulit,” tegas Imam.
Pengalaman Imam cukup panjang. Ia pernah menjadi pengurus bidang Kerjasama Antarlembaga dan Wakil Bendahara PWI Jateng, juga aktif di Forum Wartawan Provinsi dan DPRD Jateng. Kini, ia menjabat Korwil Bisnis Solo Raya di Suara Merdeka.
Imam menilai, tantangan profesi wartawan semakin berat di tengah disrupsi digital. Karena itu, PWI harus menjadi rumah yang memperjuangkan kesejahteraan pekerja media sekaligus menjaga independensi.
Ia menyiapkan program-program strategis, mulai dari menjalin kerja sama dengan eksekutif, legislatif, hingga sektor swasta, tanpa mengorbankan independensi wartawan. “Kerja sama yang positif harus ditempuh agar wartawan bisa lebih sejahtera,” tambahnya.
Selain itu, Imam berkomitmen menguatkan organisasi agar marwah profesi wartawan tetap terjaga. Ia menilai, belakangan profesi wartawan kerap mendapat sorotan negatif, sehingga perlu dipulihkan citra dan kehormatannya.
Di sisi lain, pesaingnya, Setiawan Hendra Kelana, merupakan representasi kepengurusan PWI saat ini. Ia menjabat Sekretaris PWI Jateng dan diyakini akan mempertahankan tradisi kepengurusan lama.
Ketua Panitia Konferprov, Achmad Zaenal Muttaqin, menjelaskan pendaftaran bacalon Ketua PWI Jateng dibuka 29–30 September 2025. Setelah itu, berkas harus dikembalikan 1–3 Oktober untuk diverifikasi.
Konferensi Provinsi (Konferprov) PWI Jateng dijadwalkan berlangsung 18 Oktober 2025 di Auditorium RRI Semarang. Ajang ini akan menjadi arena penentuan arah organisasi pers terbesar di Jawa Tengah lima tahun ke depan.
Dengan visi perubahan yang diusung Imam, persaingan diprediksi akan berlangsung ketat. Publik menunggu apakah anggota PWI Jateng menghendaki kesinambungan kepemimpinan lama atau memilih terobosan baru.
Isu kesejahteraan wartawan diperkirakan menjadi tema sentral dalam Konferprov kali ini. Pasalnya, banyak pekerja media di daerah masih menghadapi keterbatasan ekonomi di tengah beban kerja yang tinggi.
“Jika diberi amanah, saya pastikan PWI bukan hanya tempat kumpul, tetapi wadah perjuangan yang nyata,” pungkas Imam.
Reporter: Ismu Puruhito
